Minggu, 15 Mei 2016

CYBERPRENEURSHIP



1512510262
Abidzar Divari Putra
KI - 40 



A. Pengertian Cyberpreneur

Cyberpreneur berasal dari dua kata yakni kata cyber dan  entrepreneur. Kata “Cyber” pada dasarnya diambil dari kata dalam bahasa Inggris “Cybernetis” yang konon berasal dari kata latin “Kubernetis” yang berarti integrasi atau komunikasi antara manusia dengan mesin dalam melaksanakan suatu proses kontrol. Kemudian dalam bahasa Inggris muncul istilah “to cybernate” yang berarti melakukan kontrol terhadap suatu proses dengan memakai komputer (Suarga, 2001).
Adapun istilah entrepreneur adalah istilah yang disamakan dengan kewirausahaan yang mulai dipopulerkan di Indonesia sejak tahun 1990.  Kewirausahaan berasal dari istilah entrepeneurship yang sebenarnya berasal dari kata entrepreneur (Soeparman Soemahamidjaja 1977:2) yang artinya suatu kemampuan (ability) dalam berfikir kreatif dan berperilaku inovatif yang dijadikan dasar, sumber daya, tenaga penggerak tujuan, siasat kiat dan proses dalam menghadapi tantangan hidup. Dalam pengertian ini Marzuki Usman(1997:3) mengatakan entrepreneur adalah seorang  yang memiliki kombinasi unsur (elemen-elemen) internal yang meliputi kombinasi inovasi, visi, komunikasi, optimisme, dorongan semangat dan kemampuan untuk memanfaatkan peluang usaha.
Pendapat David Osborne & Ted Gaebler (1992) dalam bukunya ”Renventing Govermenent” lebih jelas mengatakan bahwa dalam perkembangan dunia dewasa ini dituntut pemerintah yang berjiwa kewirausahaan (Entrepreneurrial Governement).

E-COMMERCE



 1512510262
Abidzar Divari Putra
KI - 40

Perkembangan teknologi informasi yang sangat dramatis dalam beberapa tahun terakhir telah membawa dampak transformational pada berbagai aspek kehidupan, termasuk di dalamnya dunia bisnis. Setelah berlalunya era “total quality” dan “reengineering”, kini saatnya “era elektronik” yang ditandai dengan menjamurnya istilah-istilah e-business, e-university, e-government, e-economy, e-emtertainment, dan masih banyak lagi istilah sejenis.
Salah satu konsep yang dinilai merupakan paradigma bisnis baru adalah e-business atau dikenal pula dengan istilah e-commerce sebagai bidang kajian yang relatif masih baru dan akan terus berkembang, e-business berdampak besar pada praktek bisnis, setidaknya dalam hal penyempurnaan direct marketing, transformasi organisasi, dan redefinisi organisasi.
Model bisnis ini menekankan pertukaran informasi dan transaksi bisnis yang bersifat peperless, melalui Elektronik Data Interchange (EDI), E-mail, dan teknologi lainnya yang juga berbasis jaringan. Popularitas e-business dipenghujung abad 20 dan di awal milenium baru ini ditunjang oleh tiga faktor pemicu utama, yaitu